Penerimaan Pajak Di Sektor-Sektor Ini Melambat

Sebagian besar penerimaan pajak bersih sektor badan menunjukkan perkembangan positif pada Agustus 2022. Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indwati mengatakan kewaspadaan diperlukan di tengah perlambatan pertumbuhan di beberapa sektor.

“Ada penurunan pertumbuhan beberapa pos, seperti pos pertambangan dan industri pengolahan. Ini perlu diwaspadai, jangan sampai menunjukkan pelemahan dari pemulihan ekonomi nasional,” tutur Sri Mulyani dalam pembacaan kinerja APBN 2022 per Agustus 2022, Senin (26/9). 

Sri Mulyani mengatakan, sektor pertambangan tumbuh 71,4% pada Agustus 2022, atau menurun dari pertumbuhan Juli 2022 yang mencapai 121,0%. Di sisi lain, pertumbuhan manufaktur tumbuh 29,2%, atau menurun dari pertumbuhan sebelumnya yang mencapai 56,7%. 

Selain kedua industri tersebut, ada juga sektor perdagangan yang mengalami kenaikan sebesar 61,3% atau menurun dari bulan sebelumnya yang  sebesar 65,2%.

Prianto Budi Saptono, Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI), menilai perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak di sektor ini tidak menunjukkan melemahnya penerimaan pajak. Itu hanya menunjukkan bahwa ketidakpastian masih ada.

“Ini bukan berarti ada pelemahan penerimaan pajak. Kondisi masih fluktuatif, salah satunya, karena ada tekanan inflasi global yang meningkat,” tutur Prianto.

Apalagi, sektor-sektor ini masih tumbuh secara keseluruhan. Sektor pertambangan tetap kuat karena harga komoditas yang tetap tinggi di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, pertumbuhan manufaktur dan perdagangan tetap kuat, didukung oleh pemulihan ekonomi yang membaik dan belanja konsumen yang meningkat. “Ini yang kemudian mendorong peningkatan produksi,” tambah Prianto. 

Ke depan, Prianto memandang penerimaan pajak dari sektor pertambangan menjadi sumber utama penerimaan pajak per sektor. Namun, normalisasi harga komoditas dan volatilitas harga menjadi tantangan tersendiri.

 

 

 

src. nasional.kontan