Bea Cukai berupaya memberikan fasilitas yang sederhana, modern, dan lancar kepada masyarakat. Hal tersebut dicapai antara lain sejak tahun 2018 dengan menerapkan sistem aplikasi Costums-Excise Information System and Automation (CEISA). CEISA, yang kini memasuki tahun keempat, telah berkembang mengikuti perkembangan zaman.
Dilihat dari perjalanan sejak tahun 1990, sistem teknologi informasi kepabeanan yang mendukung sistem pelayanan telah mengalami beberapa periode evolusi. Dimulai dengan Customs Fast Release System "CFRS", hingga pengenalan sistem aplikasi CEISA dimulai pada tahun 2012. Kemudian, sejak tahun 2018, Bea Cukai mengembangkan sistem teknologi informasi berbasis aplikasi formulir web yang disebut CEISA 4.0. “CEISA 4.0 akan memfasilitasi integrasi dan kolaborasi G2G (government to government), B2G (business to government) dan B2B (business to business),” kata Hatta Wardhana, Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai.
Hatta mengatakan pengenalan CEISA 4.0 telah meningkatkan efisiensi. Misalnya, CEISA 4.0 dapat mengirimkan rencana kedatangan fasilitas transportasi (RKSP), manifes imigrasi, dan perutean, dalam 1 menit dan 36 detik. CEISA 4.0 juga memberikan kecepatan untuk menyelesaikan proses kepabeanan sebelum kedatangan barang (Pre-Arrival Declaration), bahkan untuk importir yang bereputasi baik seperti Authorized Economic Operator (AEO) dan Mitra Utama (MITA), dapat menyerahkan dokumen PIB untuk disetujui sebelum pengajuan Inward Manifest (Pre-Notification).
Mendukung pelaksanaannya, Bea Cukai dan Perpajakan menyelenggarakan sejumlah kegiatan user support di Jawa Timur, Bea Cukai Tanjung Perak bekerja sama dengan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (Dit. IKC) melaksanakan kegiatan asistensi dan sharing session yang dihadiri oleh internal pegawai dan pengguna jasa terkait implementasi CEISA 4.0 Layanan TPB, Rabu (7/9). Sebelumnya (6/9), Bea dan Cukai Juanda melakukan pemantauan, penilaian dan pelatihan CEISA 4.0 ekspor kepada lebih dari 30 eksportir dan juga PPJK di wilayahnya.
Hatta mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk membahas kendala yang dihadapi oleh pengguna jasa dan otoritas bea cukai. “Diharapkan dengan adanya asistensi dan dialog interaktif ini, ke depannya implementasi CEISA 4.0 dapat berjalan dengan lebih lancar dan optimal, sehingga dapat menghadirkan kesempurnaan layanan yang diberikan kepada seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.
src. indopos